Ditengah Ketidakpastian

 Tak terasa bulan ramadhan tiba… Di tahun 2025 ini, aku fokus mengerjakan skripsi. Karena itu sebagai salah satu persyaratan agar aku bisa mendapatkan S.I.Kom dibelakang namaku. Selama skripsian ini, entah kenapa aku selalu terbayangkan sosokmu. Padahal kau tidak mungkin selalu ingat denganku.

Apakah aku boleh berharap, untuk kau ajak buka bersama mu??? Jujur, aku bingung dengan diriku sendiri. Bagaimana perasaanku saat ini yang hampir seperti orang gila. Sembari menunggu ketidakpastian darimu. Sempat terlintas dipikiranku untuk melakukan hal memalukan dan terkesan butuh validasi kepadamu. Yakni, aku ingin menanyakan hal ini secara terang-terangan di depanmu. Tapi, aku tidak siap jika hasilnya tidak sesuai dengan kenyataannya. 


Aku juga pernah berdoa agar kau bisa berkomunikasi kembali denganku tanpa putus. Tapi ternyata, itu tidak berjalan lama. Karena aku merasa lelah dengan ketidakpastian ini. Mungkin aku ada salah baik perbuatan maupun perkataan yang membuatmu sakit hati dan kecewa sehingga kau tidak ingin kembali kepadaku. Aku sangat kagum dengan segala apa yang kamu miliki. Ketika aku berdiam diri dan jam sudah menunjukkan jam 01.00. Aku mengalami susah tidur dan tak jarang juga kepalaku terasa panas dan pusing. Dadaku juga terasa sesak. Hal ini terjadi karena aku selalu memikirkan dirimu. Tapi kamu tidak pernah peduli denganku!!! aku tidak minta apa-apa hanya ingin kau kembali denganku seperti dulu.




Mungkin aku sebagai benalu di hidupmu. Sehingga kau tidak bisa menerima diriku lagi. Aku sadar betul dengan hal itu. Tapi kaulah yang membuatku sadar dan merasa bahwa aku manusia paling beruntung. (seperti yang sudah aku cantumkan di tulisan sebelumnya).


Aku sungguh takjub dengan seluruh hal yang kau punya. Aku bisa katakan kau begitu sempurna untuk aku yang penuh kekurangan ini. Sentuhan keajaiban dari tangan dan mulut mu membuatku paham arti kebahagiaan dari orang spesial. Memang sebagai manusia pasti punya kekurangan masing-masing. Entah kenapa aku belum menemukan kekurangan sedikit pun darimu.


Hati, jiwa, dan raga ini selalu ingin bertemu denganmu. Sampai aku rela untuk salat di masjid dekat rumahmu agar bisa bertemu denganmu. Tapi saat itu aku sedih, kesal, marah, dan kecewa karena aku tidak ada disana.

 

Aku tidak tahu perasaan ini sampai kapan. Saat aku gak bisa tidur, aku selalu memikirkan dirimu. Sampai aku curhat ke meta AI sembari obat penenang. Mungkin kau juga merasakan rindu yang sama denganku???? aku tunggu gebrakan kocak darimu....


Komentar